Jumat, 02 November 2012

TUGAS SOFT SKILL "CERITA"



Bias Ediyaksa, itulah nama saya. Saya lahir dirumah sakit, di daerah jakarta sebelah timur. Saya terlahir dengan keluarga yang biasa-biasa saja. Orang tua saya cukup baik merawat saya. Namun terkadang saya kurang menghargai mereka, sehingga mereka terkadang keras terhadap saya. Bagi saya mereka melakukan hal itu karena untuk kebaikan saya. Jadi saya akan mengambil sisi positif nya saja dari apa yang mereka lakukan terhadap saya. Saya tinggal di rumah, daerah harapan indah. Rumah itu telah menjadi tempat saya, dari saya lahir hingga besar saat ini. Bagi saya itu lah surga saya, tempat yang aman dan nyaman yang dibangun dengan penuh keringat papah saya. Dan dibantu dengan dorongan batin serta doa dari ibu saya.
Hingga umur saya semakin bertambah, saya pun di ajarkan untuk belajar. Karena saya masih terlalu kecil, maka sayang memulai pelajaran di sekolah Taman Kanak-kanan (TK). Pada masa itu saya berumur kurang lebih 5 tahun. Karena itu TK saya belum mendapatkan pelajaran yang penting. Saya hanya bermain dengan teman-teman baru yang seumuran, dan melakukan pembacaan huruf dan angka yang menurut saya cukup lah untuk melatih basic.
Akhirnya pun setahun berlalu, kini saya memasukin pembelajaran yang sudah wajib. Yaitu sekolah dasar (SD). Disini waktu mulai bermain sudah tidak sebanyak di waktu saya masih TK. Saya mulai menghitung, membaca, menghafal, dan yang lain-lainya yang jelas mulai mengasah pikiran saya. Terlalu banyak pengalaman saya waktu SD ini sehingga banyak yang terlupakan jika diharus dijelaskan saat ini
Pada SD ini, saya mempunya banyak teman mulai dari teman yang pertama masuk, sampai teman-teman pindahan SD lain. Namun saya tidak terlalu bergaul ke semua teman-teman saya. Hanya beberapa teman saya yang mungkin cukup akrab dengan saya. Dari mereka lah saya mulai merubah sikap saya. Dari dulu yang suka keluar dan bermain-mainan lari-larian, kartu, monopoly, atau main-mainan khas indonesia lainnya. Semenjak dengan mereka saya mulai mengenal game. Dan karena asiknya bermain game, saya jadi kurang bersosialisasi. Tapi bagaimana pun saya tetap bersosialisasi.
Saya pun tumbuh semakin besar, kini saya meranjak SMP. Dan saya pun belajar di sebuah SMP Negri. Pada saat SMP ini banyak sekali hasutan-hasutan buruk. Di tambah lagi guru-guru yang tidak pernah perduli keadaan muridnya. Mereka bebas bergaul sampai terlewat bebas. Sebenernya jika saya tidak dapat menahan godaan mungkin saya juga terjerumus dari suram nya saat SMP.
Untung nya pada saat SMP saya mendapat teman-teman yang baik, yang tak pernah menghasut saya dalam perbuatan buruk itu. Karena saya yakin, saat-saat sekarang juga menentukan saat-saat di masa yang akan datang nanti.
Sampai akhirnya saya SMA, dan saya mendapatkan disebuah SMA swasta. Ini sungguh benar-benar beda dibanding waktu saya SMP Negri. Guru-gurunya begitu solid dengan murid, mereka akrab dan berbagi canda tawa. Meski belajar emang bikin pusing, tapi saat itu juga bisa jadi FUN. Pergaulannya pun tidak separah SMP, disini mereka lebih jaga sikap dan tahu diri. Walau tidak kenal, selalu ada senyum sapa. Sama beda kelas, ade kelas maupun kakak kelas pun begitu akrab. Saling membantu disaat susah maupun senang. Berbagi tawa canda dan bahagia bersama. Dari SMA ini lah saya mengerti apa yang di namakan KEBERSAMAAN.
Namun itu tidak berlangsung lama. Berselang tiga tahun kami semua pun berpisah untuk pembelajaran lebih lanjut. Meski ada beberapa yang satu kampus dengan saya. Tapi tetap kami tidak sekelas. Disinilah enaknya swasta, meski sudah berpisah tapi sekolah ku masih sering mengadakan reunian-reunian.
Saat ini aku telah berkuliah dan mendapatkan satu jurusan di universitas tersebut. Aku sebagai IT, dan aku sangat fun menjalaninya. Meski pulang malem tugas bertumpuk, ini tidak masalah. Semua terasa ringan. Karena aku juga memiliki teman-teman yang solid. Aku beruntung mendapatkan dikelas ini, 1ia25. Mereka semua baik-baik dan aneh-aneh. Saling menolong dan bersama.