Jumat, 12 Desember 2014

ANALISIS DESAIN PEMODELAN GRAFIK JURNAL 3

JUDUL                           : MEDIA PEMBELAJAR PROSES RENDERING OBJEK PADA MATA KULIAH GRAFIKA KOMPUTER BERBASIS MULTIMEDIA
ANALISA                         :

A.    Latar Belakang :
Multimedia telah mengubah pengguna dalam berinteraksi dengan komputer melalui penggabungan media teks, grafik, suara dan animasi. Bidang pendidikan dengan pengajaran yang interaktif agar lebih memudahkan dalam memahami pelajaran yang disajikan. Yang dimana kadang suatu percobaan membutuhkan waktu yang lama, namun waktu pembelajaran terbatas.
Penulis ingin melakukan pembelajaran dengan mengaplikasikan proses-proses dalam pembuatan objek 3D dengan menggunakan aplikasi Visual Basic seperti pencahayaan, sudut pandang, dan beberapa proses lain pembentuk objek 3D pada objek yang masih berbentuk 2D.
Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan bagaimana menciptakan sebuah aplikasi dalam pembelajaran mata kuliah grafik komputer meliputi tampilan, animasi, demo analisis dan referensi tentang media bantu pembelajaran interaktif khususnya rendering objek pada mata kuliah grafika komputer. Sehingga mahasiswa dapat menguasai materi dengan baik dari segi teori maupun prkatek, karena aplikasi ini selain menampilkan sesi tutorial terdapat juga sesi materi interakrif untuk tampilan soal.

B.     Teori :
1.      Konsep Grafika Komputer
2.      Konsep Dasar Objek 3D
3.      Representasi Objek 3D
3.1.Persamaan Geometri
3.2.Constructive Solid Geometry
3.3.Kurva dan Permukaan Bezier
4.      Konsep Dasar Rendering Objek 3D
4.1.Kamera
4.2.Cahaya
4.3.Karakteristik Permukaan
4.4.Algoritma Rendering

C.    Implementasi dan Hasil :
Implementasi dilakukan dengan melakukan studi pustaka dari buku-buku pustaka atau referensi yang berkaitan dengan grafika komputer. Kemudian dilakukan interview yang dimana tanya jawab langsung kepada mahasiswa yang perna melalui atau menyelesaikan mata kuliah grafika komputer agar pembahasan tidak terlalu jauh maupun tidak terlalu sedikit. Selanjutnya Observasi dari hasil tersebut kita akan mendapatkan data yang sistematis. Serta Koesioner yang diberikan kepada siswa telah mengambil mata kuliah grafika komputer untuk mengetahui permasalahan pada materi ini.
            Setelah semua metode telah diambil kemudian penulis menganalisis data tersebut. Yang dimana dari data tersebutlah sebuah sistem akan dibuat. Sistem berbasis VB akan sesuai dengan data analisis yang telah dilakukan sebelumnya sehingga sesuai dengan standar kemampuan mahasiswa dan menunjang keahlian mahasiswa dalam memahami materi ini.

D.    Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan :
1.      Mahasiswa dapat lebih memahami materi karena waktu yang dibutuhkan saat implementasi sesuai dengan waktu yang tersedia saat pembelajaran.
2.      Lebih interaktif karena selain pemberian penjelasan materi, dalam aplikasi tersebut juga terdapat soal-soal.
3.      Tidak terlalu mudah, dan rumit. Karena sudah dilakukan interview kepada mahasiswa yang sebelumnya sudah mengikuti mata kuliah ini sehingga materi tidak terlalu banyak dan terlalu dikit.
Kekurangan :
1.      Dibutuhkan tenaga ahli yang bisa melakukan programing ini.
2.      Dibutuhkan waktu tertentu untuk merevisi jika terjadi kesalahan materi.

3.      Sangat buruk, bila aplikasi ini error atau perangkat yang membaca aplikasi ini tidak bekerja. 

ANALISIS DESAIN PEMODELAN GRAFIK JURNAL 2

JUDUL                       : PEMBUATAN SIMULASI PERGERAKAN OBJEK 3D (TIGA DIMENSI) MENGGUNAKAN OPENGL
ANALISA                          :

A.    Latar Belakang :
Digital Image Processing, Komputer Grafik, Analisis dan computer telah berkembang dan ilmu ini telah memimpin teknologi di beberapa bidang. Riset mengenai mempermudah visualisasi ide atau data secara lebih cepat dan akurat telah banyak dilakukan, khususnya visualisasi 3D telah menangani perkembangan yang sangat pesat, misalnya dengan diciptakan teknologi motion capture, facial capture, scanner 3D, software authoring 3D lengkap dengan template nya yang mempercepat desain suatu model objek 3D.
Namun pada umumnya software authoring 3D tidak mendukung representasi visual 3D dari data eksternal secara real time, melainkan harus melalui rendering untuk menjadi sebuah video. Yang dimana rendering tersebut cukup memakan waktu.

B.     Teori :
1.      Computer Graphic
2.      Sistem Koordinat
3.      Transformasi Proyeksi
3.1.Proyeksi Parallel
3.2.Proyeksi Perspektif
4.      Konsep tekstur
4.1.Pemetaan Tekstur
4.2.Redukasi Pola Tekstur
5.      OpenGL

C.    Hasil Pembahasan :
1.      Cara kerja OpenGL
2.      Inisialisasi Awal
3.      Pembuatan Objek
4.      Hasil Simulasi

D.    Kesimpulan :
1.      Penggunaan vektor sangat berpengaruh pada objek.
2.      Gerakan dari simulasi akan sesuai dengan variabel  yang dikirim/diterima dikarenakan ada sistem pembandingnya.
3.      Graphics Card yang tidak 3D mempengaruhi kinerja simulasi.
4.      OpenGL sangat penting karena merupakan status mesin dalam suatu proses.

E.     Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan :
1.      Dapat melakukan segala simulasi dari objek nyata ke bentuk 3D.
2.      Simulasi yang baik, dapat menghasilkan ke akuratan data antara penerapan objek nyata dengan objek 3D.
Kekurangan :
1.      Kesalahan titik vektor berpengaruh besar pada simulasi.

2.      Dibutuhkan alat dan bahan yang memadai agar mendapatkan hasil yang maksimal.

ANALISIS DESAIN PEMODELAN GRAFIK JURNAL 1

JUDUL                        : PEMBUATAN APLIKASI TATA RUANG TIGA DIMENSI GEDUNG SERBA GUNA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY
ANALISA                       :

A.    Latar Belakang :
Terdapat gedung serbaguna graha ITS yang sering digunakan dalam formal maupun informal. Namun penulis ingin meningkatkan pemasaran gedung tersebut dengan adanya teknologi komputer karena dianggap lebih relevan. Dimana penulis inginmemberikan teknik visualisasi 3D dalam pemasaran sebagai nilai tambah dalam strategi pemasaran. Dalam hal ini, penulis memilih solusi augmented reality.
Penulis membuat aplikasi tata ruang secara 3D dengan augmented reality yng diharpkan berguna bagi pengguna untuk menunjukkan gedung graha ITS yang interaktif dan akurat. Sehingga pengguna dapat mengetahui tata ruang gedung dan dapat melakukan dekorasi virtual tanpa harus datang ke lokasi tersebut. Permasalahan dari penulis adalah membangun tampilan dekorasi gedung secara 3D, yang dimana diharapkan juga agar pengguna dapat mendekorasi ruangan graha ITS dengan item yang tersedia.
Tujuan aplikasi ini bagi penulis adalah memanfaatkan dan mengenalkan teknologi augmented reality dalam pembuatan sketsa bagian dalam dan sekitar gedung graha ITS secara 3D. dan calon pengguna gedung menjadi lebih memahami sudut bangunan gedung, luas, dan tata ruang tanpa harus datang ke lokasi.

B.     Teori :
1.      Virtual Reality
2.      Unity 3D Engine
3.      Perangkat Lunak Pembuat Denah 2D dan 3D
4.      Perangat Lunak Pengolah Gambar

C.    Implementasi dan Hasil :
Aplikasi menggunakan teknologi VR dengan menggunakan marker, yang jumlahnya kurang lebih 50 marker. Marker dibaca oleh sistem dan tersorot kamera serta pencahayaan yang cukup. Tahap pembuatan marker harus diperhatikan guna mengurangi kesalahan sistem dalam menerjemahkan input. Dilakukan dari proses pencarian hingga pembacaan, jika gagal maka akan terjadi hal yang diluar perkiraan.
Di menu pengguna dapat memilih tingkat bangunan, bagian bangunan, hingga ruangan. Yang selanjutnya penggunakan akan dialihkan ke aplikasi Unity3D sehingga pengguna dapat melihat tata ruang 3D. Yang dimana pengguna dapat melakukan beberapa interaksi seperti merubah warna, melihat objek dari sudut berbeda, serta harga ruangan yang disewakan.

D.    Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan :
1.      Dapat meningkatkan kualitas pemasaran dengan tambahan teknologi augmented reality
2.      Adanya interaksi antara virtual realiry dan augmented reality namun tidak saling berbenturan.
3.      Mempermudah penataan objek nyata dengan adanya penataan objek 3D yang melakukan pemisahan ruangan-ruangan yang ada di gedung tersebut.
Kekurangan :
1.      Mempertimbangkan faktor cahaya antara objek nyata dengan objek 3D

2.      Kurangnya kelengkapan kondisi grafik dikarenakan fitur yang terbatas.