Jumat, 12 Desember 2014

ANALISIS DESAIN PEMODELAN GRAFIK JURNAL 1

JUDUL                        : PEMBUATAN APLIKASI TATA RUANG TIGA DIMENSI GEDUNG SERBA GUNA MENGGUNAKAN TEKNOLOGI VIRTUAL REALITY
ANALISA                       :

A.    Latar Belakang :
Terdapat gedung serbaguna graha ITS yang sering digunakan dalam formal maupun informal. Namun penulis ingin meningkatkan pemasaran gedung tersebut dengan adanya teknologi komputer karena dianggap lebih relevan. Dimana penulis inginmemberikan teknik visualisasi 3D dalam pemasaran sebagai nilai tambah dalam strategi pemasaran. Dalam hal ini, penulis memilih solusi augmented reality.
Penulis membuat aplikasi tata ruang secara 3D dengan augmented reality yng diharpkan berguna bagi pengguna untuk menunjukkan gedung graha ITS yang interaktif dan akurat. Sehingga pengguna dapat mengetahui tata ruang gedung dan dapat melakukan dekorasi virtual tanpa harus datang ke lokasi tersebut. Permasalahan dari penulis adalah membangun tampilan dekorasi gedung secara 3D, yang dimana diharapkan juga agar pengguna dapat mendekorasi ruangan graha ITS dengan item yang tersedia.
Tujuan aplikasi ini bagi penulis adalah memanfaatkan dan mengenalkan teknologi augmented reality dalam pembuatan sketsa bagian dalam dan sekitar gedung graha ITS secara 3D. dan calon pengguna gedung menjadi lebih memahami sudut bangunan gedung, luas, dan tata ruang tanpa harus datang ke lokasi.

B.     Teori :
1.      Virtual Reality
2.      Unity 3D Engine
3.      Perangkat Lunak Pembuat Denah 2D dan 3D
4.      Perangat Lunak Pengolah Gambar

C.    Implementasi dan Hasil :
Aplikasi menggunakan teknologi VR dengan menggunakan marker, yang jumlahnya kurang lebih 50 marker. Marker dibaca oleh sistem dan tersorot kamera serta pencahayaan yang cukup. Tahap pembuatan marker harus diperhatikan guna mengurangi kesalahan sistem dalam menerjemahkan input. Dilakukan dari proses pencarian hingga pembacaan, jika gagal maka akan terjadi hal yang diluar perkiraan.
Di menu pengguna dapat memilih tingkat bangunan, bagian bangunan, hingga ruangan. Yang selanjutnya penggunakan akan dialihkan ke aplikasi Unity3D sehingga pengguna dapat melihat tata ruang 3D. Yang dimana pengguna dapat melakukan beberapa interaksi seperti merubah warna, melihat objek dari sudut berbeda, serta harga ruangan yang disewakan.

D.    Kelebihan dan Kekurangan :
Kelebihan :
1.      Dapat meningkatkan kualitas pemasaran dengan tambahan teknologi augmented reality
2.      Adanya interaksi antara virtual realiry dan augmented reality namun tidak saling berbenturan.
3.      Mempermudah penataan objek nyata dengan adanya penataan objek 3D yang melakukan pemisahan ruangan-ruangan yang ada di gedung tersebut.
Kekurangan :
1.      Mempertimbangkan faktor cahaya antara objek nyata dengan objek 3D

2.      Kurangnya kelengkapan kondisi grafik dikarenakan fitur yang terbatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar